Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta. Pertemuan organisasi pemuda dari berbagai daerah tersebut melahirkan ikrar tentang satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan Indonesia. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan persatuan bangsa karena mempertemukan keberagaman latar belakang dalam cita-cita bersama. Peringatan ke-98 pada tahun 2026 menjadi kesempatan meneruskan semangat tersebut melalui kontribusi generasi muda dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk pertanian dan penyediaan pangan.
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 10.14.19 Tahun 2026, tema peringatan tahun ini adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Dokumen konsep logo resmi menjelaskan filosofi “Besi yang Menjadi Cahaya”, yaitu ketangguhan yang terbentuk melalui tantangan dan diarahkan untuk menghadirkan manfaat bersama. Empat lengkung pada logo menyerupai sayap Garuda dan, jika dilihat dari atas, tangan yang saling menggenggam, sebagai lambang kebangsaan, kolaborasi, dan gotong royong. Arah gerak ke kanan menandakan kemajuan, sementara cahaya di pusat pusaran dimaknai sebagai kesadaran kolektif bahwa kekuatan bangsa lahir dari persatuan. Dalam konteks pertanian, nilai-nilai ini dapat diterjemahkan menjadi semangat pemuda untuk mengembangkan pengetahuan, memanfaatkan teknologi secara tepat, membangun usaha, dan bekerja sama dengan petani. Kontribusi tersebut perlu didukung akses terhadap lahan, pembiayaan, pasar, serta pendampingan agar regenerasi pelaku pertanian dapat memperkuat upaya swasembada pangan secara berkelanjutan.
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Kementerian Pertanian, menyampaikan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Semoga generasi muda semakin patriotik dalam pengabdian, gigih mengembangkan kemampuan, serta berempati terhadap kehidupan petani dan masyarakat perdesaan. Melalui analisis sosial ekonomi dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, PSEKP mendukung pengambilan keputusan yang memperhatikan kebutuhan pelaku pertanian, termasuk tantangan dan peluang keterlibatan pemuda. Publikasi PSEKP dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan untuk memahami persoalan pertanian dan memperkaya gagasan pembangunan. Mari memperkuat kolaborasi agar semangat persatuan menghadirkan pertanian yang produktif, petani yang lebih sejahtera, dan sistem pangan yang tangguh bagi Indonesia.
.png)